My Digital Protofolio Day 1 pkkmb (univ)


 

MATERI 1 

Yudi Latif, MA, Ph,D

Pancasila merupakan pedoman moral sekaligus dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai ketuhanan mengajarkan bahwa keberagamaan tidak berhenti pada aspek ritual semata, tetapi harus tercermin dalam sikap hidup yang penuh kasih sayang, keadilan, dan kejujuran. Nilai kemanusiaan menuntut kepedulian yang melampaui hubungan antarmanusia, meliputi penghormatan terhadap lingkungan, flora, dan fauna. Sementara itu, persatuan dimaknai bukan hanya sebatas ikatan antarsesama warga negara, melainkan juga hubungan erat antara manusia dengan tanah air dan tumpah darahnya.

 

Tujuan utama bernegara adalah mewujudkan kebahagiaan serta kesejahteraan seluruh rakyat secara adil dan merata. Kemerdekaan tidak sekadar dimaknai sebagai lepas dari penjajahan, melainkan juga sebagai kesempatan untuk mengembangkan potensi diri dan mengelola kekayaan alam secara bijaksana. Distribusi harta, kesempatan, dan kehormatan harus dilaksanakan dengan prinsip keadilan agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara menyeluruh, bukan hanya oleh segelintir kelompok.

 

Tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia bukan pada keterbatasan sumber daya, melainkan pada kualitas manusia yang belum sepenuhnya diolah menjadi unggul. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan menjadi pribadi yang berkarakter, cerdas, serta berintegritas, sehingga mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang berdaya saing dan disegani dunia. Dengan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila secara konsisten, tujuan luhur berupa persatuan, kesejahteraan, dan kebahagiaan bersama dapat terwujud..

Jati diri bangsa Indonesia tercermin dalam beberapa aspek penting, yaitu:

- Pancasila: Sebagai dasar negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kesederhanaan.

- Undang-Undang Dasar 1945: Sebagai landasan hukum yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara.

- Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI): Sebagai bentuk negara yang menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan bangsa.

- Bhineka Tunggal Ika: Sebagai semboyan yang menekankan pentingnya kesatuan dalam keberagaman.

Pembinaan kesadaran bela negara merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan warga negara dalam membela negara. Hal ini dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu ¹ ²:

- Pendidikan Kewarganegaraan: Sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga negara tentang hak dan kewajiban mereka dalam membela negar

- Latihan Bela Negara: Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan warga negara dalam membela negara.

- Kampanye Bela Negara: Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga negara dalam membela negara.

Tujuan bela negara adalah untuk ¹:

- Melindungi Negara: Dari ancaman dan gangguan yang dapat membahayakan kedaulatan dan keutuhan negara.

- Mempertahankan Persatuan dan Kesatuan Bangsa: Dengan meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga negara dalam membela negara.

- *Meningkatkan Ketahanan Nasional*: Dengan meningkatkan kemampuan warga negara dalam membela negara dan menghadapi ancaman.


MATERI 2 

Sharing Session bersama Bapak Erri Sandi Yudistira


Pada sesi ini, Bapak Erri Sandi Yudistira memperkenalkan dirinya sebagai seorang profesional dengan pengalaman kerja lebih dari 15 tahun di industri perbankan. Saat ini, beliau menjabat sebagai Priority Banking Manager di Bank Mandiri Prioritas Surabaya. Sebelumnya, beliau sempat bekerja di PT Indosat pada divisi Marketing Communication.

Beliau juga telah memiliki beberapa sertifikasi penting di bidang keuangan, antara lain:

   -Wakil Agen Penjual Reksadana (WAPERD),

   -Wakil Perantara Perdagangan Efek (WPPE),

   -Associate Wealth Management,

   -Certified Financial Planner.

Dalam pemaparannya, Bapak Erri menyoroti fenomena kemudahan akses finansial di era digital saat ini, seperti layanan pay later yang memungkinkan seseorang untuk membeli barang hanya dengan sekali klik. Hal ini di satu sisi memberikan kemudahan, namun di sisi lain dapat menjadi ancaman jika tidak diiringi dengan pengelolaan keuangan yang bijak. Beliau menekankan pentingnya literasi finansial, terutama bagi mahasiswa baru yang sedang memulai kehidupan mandiri.

Beliau juga menyampaikan bahwa kemudahan finansial tersebut bisa menjadi “silent killer” apabila dimanfaatkan tanpa perencanaan. Maka dari itu, mahasiswa perlu mulai belajar mengelola keuangan pribadi sejak dini, agar tidak terjebak dalam perilaku konsumtif dan utang yang tidak perlu.

Dalam salah satu slide, beliau mengutip pernyataan dari Warren Buffet, seorang investor terkenal dunia:
“The most important investment you can make is in yourself.”
Hal ini memperkuat pesan bahwa aset terpenting bukanlah uang atau barang, melainkan kemampuan diri sendiri, terutama dalam mengambil keputusan finansial yang tepat.

Di akhir sesi, Bapak Erri juga mendoakan agar seluruh mahasiswa Unusa kelak bisa menjadi nasabah prioritas atau bahkan nasabah private di bank, sebagai simbol keberhasilan finansial di masa depan.


MATERI 3 

Prof. kacung Marijan, Drs ,MA,Ph,D

1. Identitas dan Afiliasi
UNUSA adalah perguruan tinggi swasta di Surabaya yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Nilai-nilai ke-NU-an seperti moderasi, toleransi, dan kearifan lokal menjadi fondasi dalam pengembangan akademik dan karakter.

2. Visi & Misi
UNUSA berkomitmen mencetak lulusan yang unggul secara intelektual, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa, dengan mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja).

3. Struktur Akademik
UNUSA memiliki berbagai fakultas, antara lain:

  • Kedokteran

  • Kesehatan Masyarakat

  • Ilmu Kesehatan

  • Sains dan Teknologi

  • Ekonomi dan Bisnis

  • Agama Islam

  • Psikologi

  • Hukum

Program pendidikan meliputi jenjang Diploma (D3), Sarjana (S1), dan Profesi.

4. Sistem Pembelajaran

  • Menggunakan sistem SKS sesuai standar nasional.

  • Kurikulum mengacu pada SN-DIKTI dan KKNI, dengan tambahan kurikulum khas berbasis nilai-nilai Aswaja.

  • Menerapkan metode blended learning, student-centered learning, dan mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

5. Penerimaan Mahasiswa Baru
Disediakan berbagai jalur masuk seperti:

  • Prestasi

  • Ujian Mandiri

  • SPAN-PTKIN / UM-PTKIN

  • Hafidz/Hafidzah

Persyaratan umum mencakup kelulusan dari SMA/sederajat serta persyaratan khusus untuk prodi tertentu.

6. Penjaminan Mutu
UNUSA telah terakreditasi oleh BAN-PT dan menjalankan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) melalui evaluasi rutin, audit mutu, dan tracer study.

7. Layanan Mahasiswa & Fasilitas
Fasilitas mencakup:

  • Layanan akademik dan kemahasiswaan

  • Perpustakaan fisik dan digital

  • Laboratorium lengkap

  • Rumah Sakit Pendidikan

  • Fasilitas umum kampus (masjid, kantin, wifi, olahraga)

8. Biaya Pendidikan
Terdiri dari:

  • SPP Awal

  • SPP per semester

  • Biaya praktikum (untuk prodi tertentu)
    Disediakan berbagai skema beasiswa dan kemudahan pembayaran.

9. Karakteristik Khas UNUSA

  • Integrasi kuat nilai Islam Aswaja dalam kurikulum.

  • Keunggulan di bidang kesehatan dan keagamaan.

  • Lingkungan kampus yang religius, terbuka, dan inklusif.

  • Aktif dalam pengabdian masyarakat berbasis nilai-nilai sosial keagamaan.


Kesimpulan

UNUSA adalah universitas yang menggabungkan standar pendidikan nasional dengan nilai-nilai Islam moderat dalam semua aspek akademik dan kehidupan kampus. Dikenal unggul di bidang kesehatan dan keagamaan, UNUSA menawarkan pendidikan berkualitas yang mendukung pembentukan lulusan yang kompeten, religius, dan berdaya saing.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Berita Peduli Kesehatan Masyarakat, Angkat Pidato Ilmiah Tentang Kesehatan

resum materi pkkmb fakultas